Anggaran upacara 32 juta di Lebak barang dipertanyakan, fasilitas Paskibra jadi sorotan

3 min read 125 views By Bang Kirun

Share berita ini

YOUTUBE Video 13 Aug 2026 08:07 3 min read 125 views By Bang Kirun
Reporter: Bang Kirun Views: 125 Urutan: 0

PEKALONGAN | PROBER — Penggunaan anggaran sekitar Rp32 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan untuk pelaksanaan upacara bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Lebakbarang menjadi perhatian sejumlah warga.

 

 

Anggaran tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun ProberTV disebut khusus untuk pelaksanaan upacara bendera 17 Agustus 2026, bukan untuk kegiatan lain seperti perlombaan maupun hiburan. Namun, warga mempertanyakan transparansi perencanaan dan penggunaan anggaran, termasuk fasilitas yang diterima anggota Paskibra.

Dalam penelusuran di lapangan, ProberTV memperoleh keterangan dari pelatih Paskibra berinisial M, tokoh masyarakat berinisial T, sejumlah anggota Paskibra, serta Hasan selaku pelaksana kegiatan.

 

 

Hasan membenarkan adanya anggaran Rp32 juta tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci pembagian anggaran untuk masing-masing kebutuhan dan menyarankan agar penjelasan mengenai rincian tersebut dikonfirmasi langsung kepada Camat Lebakbarang.

 

 

Terkait Rencana Anggaran Biaya (RAB), Hasan juga mengarahkan konfirmasi kepada Camat. Sementara berdasarkan keterangan yang dihimpun ProberTV, rincian RAB tersebut belum diketahui atau ditunjukkan kepada masyarakat secara terbuka.

 

 

Hasan juga membenarkan bahwa dirinya ditunjuk langsung oleh Camat Lebakbarang sebagai pelaksana kegiatan. Sementara mengenai dasar penunjukan, mekanisme administrasi, serta dokumen yang mendasarinya, masih menunggu penjelasan dari pihak Kecamatan.

 

 

Fasilitas Paskibra Jadi Sorotan

Persoalan lain muncul dari fasilitas anggota Paskibra. Hasan membenarkan bahwa seragam yang digunakan merupakan seragam pinjaman, bukan seragam baru. Menurutnya, penggunaan seragam tersebut memang telah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya dan tidak terdapat anggaran untuk pengadaan seragam baru tahun ini.

 

 

Sejumlah anggota Paskibra juga mengeluhkan ukuran seragam yang tidak seluruhnya sesuai. Ada yang kebesaran maupun kekecilan. Untuk seragam yang kebesaran, penyesuaian disebut harus dilakukan sendiri dan tidak terdapat anggaran khusus untuk biaya tersebut.

Selain itu, Hasan mengakui tidak ada anggaran untuk make-up, sehingga biaya ditanggung masing-masing peserta. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa tata rias yang diperlukan cukup sederhana dan tidak harus menggunakan jasa salon.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan warga mengenai kebutuhan apa saja yang sebenarnya diperhitungkan dalam anggaran Rp32 juta, termasuk kebutuhan Paskibra selama latihan dan pelaksanaan upacara.

 

 

Bukan hanya perlengkapan, warga juga mempertanyakan dukungan lain seperti konsumsi, air minum, transportasi, hingga aspek kesehatan dan penanganan apabila peserta mengalami gangguan kesehatan atau cedera selama latihan.

Menunggu Penjelasan Kecamatan

Hingga penelusuran dilakukan, ProberTV belum memperoleh rincian penggunaan Rp32 juta maupun dokumen RAB dari pihak Kecamatan. Camat Lebakbarang juga belum dapat ditemui karena tidak berada di kantor saat tim melakukan penelusuran.

Sejumlah hal masih perlu dijelaskan, mulai dari nama program, kegiatan dan subkegiatan, kode rekening, pagu dan realisasi anggaran, rincian belanja, dasar penunjukan pelaksana, mekanisme pengadaan, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

 

 

Termasuk bagaimana kebutuhan anggota Paskibra diperhitungkan dalam anggaran tersebut.

ProberTV akan meminta klarifikasi langsung kepada Camat Lebakbarang agar informasi mengenai penggunaan anggaran dan fasilitas Paskibra dapat disampaikan kepada publik secara jelas, berimbang, dan berdasarkan keterangan serta dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Bang Kirun — ProberTV

PROBER