Konsultasi Publik AMDAL Pabrik Tekstil di Siwalan Belum Capai Kesepakatan, Persoalan Irigasi Masih Jadi Sorotan

POLITIK & HUKUM 16 Jul 2026 18:35 2 min read 44 views By M. Saifudin

Share berita ini

Konsultasi Publik AMDAL Pabrik Tekstil di Siwalan Belum Capai Kesepakatan, Persoalan Irigasi Masih Jadi Sorotan
Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek pembangunan pabrik tekstil PT Arunika di Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

PROBER.MY.ID | Kabupaten Pekalongan – Konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek pembangunan pabrik tekstil PT Arunika di Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Rabu (15/7/2026) malam, belum menghasilkan kesepakatan. Persoalan perubahan saluran irigasi pertanian yang terdampak proyek masih menjadi tuntutan utama warga.

 

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Siwalan tersebut dihadiri lebih dari 200 warga, unsur Forkopimcam Siwalan, pemerintah desa, Dewan Pengairan, serta perwakilan PT Arunika Textile. Untuk memastikan jalannya kegiatan berlangsung aman dan tertib, Polsek Sragi menerjunkan personel pengamanan selama forum berlangsung.

 

Dalam konsultasi publik itu, pihak perusahaan memaparkan dokumen AMDAL dan rencana pembangunan pabrik. Selanjutnya, warga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan serta aspirasi, yang sebagian besar menyoroti rencana perubahan jalur irigasi pertanian di Dukuh Krengseng akibat pembangunan pabrik yang telah berjalan sejak Desember 2024.

 

Perwakilan warga menegaskan, mereka belum dapat menyetujui kelanjutan proyek sebelum persoalan saluran irigasi memperoleh solusi yang jelas. Menurut warga, keberadaan irigasi sangat vital bagi aktivitas pertanian sehingga penyelesaiannya harus menjadi prioritas.

 

Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan Dewan Pengairan yang hadir dalam forum menyarankan agar pihak terkait terlebih dahulu mengajukan perizinan kepada Dinas Pekerjaan Umum, khususnya bidang irigasi, sebagai langkah awal penyelesaian perubahan saluran air.

 

Usulan tersebut diterima oleh seluruh peserta rapat. Namun hingga konsultasi publik berakhir, belum tercapai kesepakatan mengenai mekanisme maupun tindak lanjut penyelesaian persoalan irigasi.

 

Kapolsek Sragi AKP Turkhan, S.H., mengatakan kehadiran kepolisian bertujuan memastikan seluruh rangkaian konsultasi publik berjalan aman serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara tertib.

 

"Kepolisian hadir untuk mengamankan jalannya konsultasi publik agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan meskipun belum tercapai kesepakatan. Kami berharap seluruh pihak tetap mengedepankan musyawarah serta mengikuti mekanisme yang berlaku dalam mencari solusi terbaik," ujarnya.

 

AKP Turkhan menambahkan, Polsek Sragi akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan mengajak seluruh pihak menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

"Kami mengimbau masyarakat maupun pihak perusahaan untuk tetap menjaga komunikasi yang baik, menahan diri, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan, sementara investasi yang memberikan manfaat bagi daerah juga dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.

 

Diketahui, proyek pembangunan pabrik tekstil PT Arunika merupakan investasi bernilai miliaran rupiah yang diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Meski demikian, warga berharap penyelesaian persoalan saluran irigasi dilakukan terlebih dahulu agar aktivitas pertanian tidak terdampak sebelum proyek pembangunan dilanjutkan.

PROBER

Recent Articles

Popular Articles