Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dunia di Posko KKN di Doro Pekalongan

KABAR UMUM 11 Aug 2026 10:29 2 min read 57 views By M. Saifudin

Share berita ini

Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dunia di Posko KKN di Doro Pekalongan
Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh rekan-rekannya yang hendak membangunkannya. Namun, korban tidak memberikan respons.

PEKALONGAN I PROBER – Seorang mahasiswa berinisial MMA (21) ditemukan meninggal dunia di kamar Posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITS NU Pekalongan di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026).

 

Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh rekan-rekannya yang hendak membangunkannya. Namun, korban tidak memberikan respons.

 

Kapolsek Doro Iptu Faridin, S.H., M.H. mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat begadang bersama sejumlah rekannya di posko KKN.

 

"Malam sebelum kejadian, korban bersama sejumlah rekannya sempat begadang dan minum kopi di teras samping posko. Korban kemudian masuk ke kamar untuk tidur sekitar pukul 02.00 WIB," kata Faridin, Senin (10/8/2026).

 

Pada pagi harinya, salah seorang rekan korban bersama dua mahasiswa lainnya bermaksud membangunkan korban. Namun, korban tetap tidak merespons.

 

Salah seorang saksi kemudian memeriksa denyut nadi korban dan mendapati tidak ada tanda-tanda denyut nadi. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT dan Pemerintah Desa Sawangan, kemudian diteruskan ke Polsek Doro.

 

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pekalongan mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Doro 2.

 

"Dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter dan perawat Puskesmas Doro 2, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban," ujar Faridin.

 

Hasil pemeriksaan di lokasi juga tidak menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

 

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

 

Pihak keluarga, kata Faridin, menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan.

 

"Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka," pungkasnya.

PROBER

Recent Articles

Popular Articles