Polres Pekalongan Launching Program Polda Jateng Peduli CTEV, Percepat Deteksi dan Penanganan Kaki Pengkor pada Anak
PEKALONGAN I PROBER – Polres Pekalongan resmi meluncurkan Program Polda Jateng Peduli CTEV (Congenital Talipes Equinovarus) di Kabupaten Pekalongan. Program ini menjadi bagian dari upaya kepolisian bersama lintas sektor untuk mempercepat penemuan kasus, mendorong pemeriksaan sejak dini, serta memastikan anak dengan CTEV memperoleh penanganan yang tepat.
Launching sekaligus pelatihan program digelar di Aula Setia Polres Pekalongan, Selasa (18/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., jajaran pejabat utama dan Kapolsek, Bhabinkamtibmas, Dinas Kesehatan, dokter spesialis, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, organisasi profesi kesehatan, organisasi keagamaan serta sejumlah stakeholder terkait.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami CTEV atau kaki pengkor.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Pekalongan. Kebanyakan kasus ini ditemukan pada anak-anak, sehingga kita berharap dapat memberikan pendampingan kesehatan sekaligus mendorong orang tua agar lebih peduli dan tidak ragu membawa anaknya untuk mendapatkan pengobatan,” kata Rachmad.
Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah binaannya. Mereka diharapkan tidak hanya menyampaikan sosialisasi, tetapi juga ikut membantu menemukan warga yang membutuhkan pemeriksaan.
Rachmad meminta apabila Bhabinkamtibmas menemukan dugaan kasus CTEV, segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
“Ini juga menjadi penekanan dari program Bapak Presiden dan Bapak Kapolri agar Bhabinkamtibmas melakukan sosialisasi kepada masyarakat apabila ada permasalahan yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk anak-anak yang menderita CTEV,” ujarnya.
Kapolres berharap program tersebut dapat berjalan optimal sebagaimana program penanganan TB paru yang sebelumnya telah dilaksanakan Polres Pekalongan bersama stakeholder terkait.
“Program TB paru kemarin sudah berjalan lancar dan baik. Saya berharap program CTEV kali ini bisa seperti program sebelumnya atau bahkan lebih baik lagi. Dengan tindak lanjut dan penanganan yang baik, kita bisa meminimalisir atau mengurangi permasalahan CTEV atau kaki pengkor di masyarakat,” jelasnya.
Dinkes Dorong Edukasi Orang Tua
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr. Zaki Mubarok mengapresiasi langkah Polres Pekalongan bersama berbagai instansi dalam menjalankan program tersebut.
Ia menjelaskan bahwa CTEV merupakan kelainan bawaan yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini. Edukasi kepada orang tua dinilai penting agar kondisi tersebut segera diperiksa dan mendapatkan penanganan.
“CTEV ini merupakan kelainan bawaan yang bisa dideteksi dan ditangani sejak dini. Banyak orang tua mendapatkan informasi yang belum utuh terkait kasus CTEV. Karena itu, edukasi dan kolaborasi seperti ini sangat penting,” kata Zaki.
Dukungan juga disampaikan Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Drs. H. Mulyono Kastari. Menurutnya, keterlibatan organisasi keagamaan dapat membantu memperluas jangkauan program hingga ke tingkat keluarga.
“Muhammadiyah dan NU memiliki jaringan yang sangat banyak. Kami bisa menjadi mata, tangan maupun hati dalam program ini. Mari kita bangun kolaborasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslikh Khudlori menilai persoalan kesehatan merupakan bagian dari kepedulian sosial yang harus ditangani secara bersama-sama.
“Yang sehat harus mengajak yang sakit untuk berobat bersama. Kalau kita bekerja sendiri tidak akan optimal, sehingga perlu menggandeng berbagai elemen masyarakat agar program ini berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.
Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Deteksi Dini
Dalam pelaksanaannya, Program Polda Jateng Peduli CTEV akan mengandalkan kolaborasi Polri, Dinas Kesehatan, puskesmas, tenaga medis, organisasi profesi, pemerintah daerah, organisasi keagamaan dan masyarakat.
Bhabinkamtibmas akan didorong aktif melakukan sosialisasi serta pemantauan di wilayah masing-masing. Jika ditemukan dugaan kasus CTEV, warga akan diarahkan menjalani skrining melalui fasilitas kesehatan.
Tidak hanya penemuan kasus, koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan pasien, termasuk upaya pemenuhan brace atau sepatu khusus bagi pasien CTEV yang belum ditanggung BPJS.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai CTEV, mempercepat penanganan sejak dini, sekaligus menekan risiko kecacatan akibat keterlambatan pengobatan.
Monitoring dan evaluasi secara berkala juga akan dilakukan untuk melihat perkembangan temuan kasus, proses rujukan, keberhasilan pengobatan hingga kepatuhan penggunaan brace.
Melalui program ini, Polres Pekalongan menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Related Articles